CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Friday, 14 May 2010

Malaysia Legalkan Taruhan Bola Keputusan pemerintah jiran menuai protes.

Malaysia Legalkan Taruhan Bola
Keputusan pemerintah jiran menuai protes. Menurut pendemo, judi akan merusak moral bangsa.

VIVAnews - Sekitar 300 warga muslim Malaysia melakukan unjuk rasa untuk menentang keputusan pemerintah melegalkan taruhan dalam sejumlah pertandingan olahraga, Jumat 14 Mei 2010.

Menurut para pengunjuk rasa, pelegalan judi akan merusak moral generasi muda dan meningkatkan masalah sosial.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan sebuah masjid di Kuala Lumpur seusai ibadah salat Jumat. Mereka membawa spanduk-spanduk bertuliskan 'Say No to Gambling' sambil meneriakkan 'Long live Islam' dan 'Down with gambling.' Mereka membubarkan diri atas perintah aparat kepolisian setelah sepuluh menit melakukan aksi.

Unjuk rasa terjadi setelah Ascot Sports, sebuah perusahaan yang berkaitan dengan taipan Vincent Tan, pekan ini mengatakan mereka telah mendapat izin pemerintah untuk memberikan layanan taruhan dalam event olahraga internasional, seperti sepakbola, basket, balap motor, tenis, dan golf.

Layanan taruhan itu menurut rencana akan mulai dibuka pada Agustus mendatang.

"Perjudian itu hanya akan membuat orang kaya dan bos-bos judi makin kaya, tetapi rakyat akan menderita," kata Kamarulzaman Mohamad dari partai oposisi Pan-Malaysian Islamic Party, dalam aksi unjuk rasa.

"Pendekatan ini akan mendorong anak-anak muda untuk berjudi," lanjutnya. Mereka menuntut agar pemerintah mencabut lisensi judi tersebut.

Perjudian merupakan isu sensitif di negara mayoritas muslim tersebut. Umat muslim tidak diizinkan berjudi atau bertaruh. Namun, kalangan non-muslim bisa membeli lotere, bertaruh dalam pertandingan balap kuda, atau mendatangi kasino satu-satunya di Malaysia.

Pemerintah sendiri berkata bahwa melegalkan taruhan dalam pertandingan olahraga bagi kalangan non muslim akan mengurangi perjudian ilegal.

Judi ilegal diperkirakan meraup keuntungan miliaran dolar dan dengan melegalkan judi, peti uang negara bisa bertambah hingga US$1,2 miliar dari penerimaan pajak. Umat muslim yang mencakup 60 persen dari total populasi tidak diperbolehkan untuk ikut bertaruh. (Associated Press)

(umi)

• VIVAnews

Friday, 15 January 2010

Renungan Kehidupan

Tempat Mencari Pahala

Pahala adalah hadiah yang diberikan Allah kepada manusia apabila ia lulus dari ujian yang dihadapinya. Ujian-ujian ini padadasarnya terletak pada dua jalur, yaitu jalur hablum-minallah dan jalur hablum-minannas. Pada kedua jalur ini, Allah dan Rasul-Nya tellah menentukan “aturan main” bagaimana manusia itu harus bersikap. Misalnya saja, dalam jalur hablum-minallah manusia diwajibkan shalat; da dalam jalur hablum-minannas manusia diwajibkan berbuat baik terhadap sesamanya. Semua “aturan main” ini tertuang lengkap dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW.

Barangsiapa yang dapat tetap patuh melaksanakan “aturan main” ini, dengan niat semata-mata karena Allah, maka ia disebut orang yang bertaqwa. Dan dia akan memperoleh pahala, yang kelak akan dirasakan kenikmatannya di akhirat nanti. Jadi dengan perkataan lain, lading tempat mencari pahala itu terletak pada jalur hablum minallah dan jalur hablum-minannas, karena pada dua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia mematuhi aturan-aturan yang ditentukan-Nya dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Allah melengkapi manusia dengan mata, telinga, dan hati bukan tanpa tujuan. “perlengkapan” ini merupakan sarana bagi Allah untuk menguji manusia, apakah dalam setiap situasi dan kondisi -baik atau pun buruk- ia mampu tetap taat mengikuti “aturan main” yang sudah ditetapkan-Nya atau tidak.

Simaklah baik-baik Surat Al-Insaan: 2, 3 berikut:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Al-Insaan: 2, 3)

Supir ugal-ugalan di jalan raya, atasan yang menjengkelkan, kolega yang picik, atau pun teman yang menyebalkan, ini semua terjadi karena Allah melengkapi kita dengan mata, telinga, dan hati. Oleh karena itu, orang-orang negatif ini harus dipandang sebagai ujian Allah pada jalur hablum-minannas. Apabila orang-orang ini dapat kita hadapi sesuai dengan tuntunan yang diberikan-Nya melalui Rasul-Nya, maka berarti kita lulus. Sebaliknya, bila mereka itu kita hadapi dengan emosi atau nafsu, maka berarti kita gagal. Hendaklah kita senantiasa mengingat pengalaman para bijak, “Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu, tetapi kepuasan sejati adalah keberhasilan menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu.

Dengan demikian, dapatlah dimengerti, bahwa semua masalah, baik itu masalah hubungan dengan Allah (seperti misalnya rasa malas mendirikan shalat), maupun masalah hubungan dengan manusia (misalnya menghadapi orang yang menyebalkan), pada hakikatnya adalah hendak menguji kita, mampu atau tidak untuk bersikap sesuai dengan kehendak Allah dan Rasulullah SAW. Bila ujian ini berhasilkita atasi, artinya kita tetap taat bertindak menurut ketentuan Al-Qur’an dan hadits dengan niat “lillahi ta’ala”, maka tindakan kita itu dikategorikan sebagai amal saleh, yang kelak akan diganjar dengan pahala. Dengan demikian, semakin banyak amal saleh yang kita lakukan, maka semakin besar kemungkinan kita untuk masuk ke dalam surga. Lihatlah penegasan Allah dalam Al-Qur’an berikut ini:

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh baik ia laki-laki maupun perempuan sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. (An-Nisaa: 124)

Dan surga itu diberikan kepada kamu berdasarkan amal yang telah kamu kerjakan. (Az-Zukhruf: 72)

Sesungguhnya orang-orang yag beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (Al-Kahfi: 107, 108)

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah:82)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga …… (An-Nisaa: 57)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Al-A’raaf: 42)

Dengan memahami hal di atas, akan dapat mencegah Nanda tertipu dan terlena mengikuti emosi atau pikiran negatif, sehingga tidak akan menyimpang dari aturan main yang ditetapkan-Nya. Dan insya Allah Nanda tidak akan mengalami stress atau pun menjadi pendendam.

Adapun salah satu kiat untuk mengatasi kecenderungan hati pada hal-hal yang negatif, adalah dengan mengendalikan mata. Bila kita renungkan, mata itu pada hakikatnya adalah hanya alat (scanner) yang memasukkan informasi ke dalam hati. Informasi yang masuk ke dalam hati ini, akan menimbulkan kesan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada seorang penderita penyakit kusta. Bila yang difokuskan oleh mata itu adalah penyekitnya, maka niscaya hati akan niscaya hati akan memunculkan kesan jijik. Tetapi bila yang difokuskan oleh mata segi manusiawinya, maka yang akan timbul adalah rasa iba. Dikisahkan bahwa nabi Isa AS. ketika berjalan dengan para muridnya, pernah menemukan bangkai seekor anjing. Para muridnya serentak menutup hidung sambil menunjukkan rasa jijiknya. Namun nabi Isa AS. tersenyum seolah-olah ia tidak melihat ada bangkai di hadapannya. Beliau berkata, “Coba lihat giginya, betapa putihnya!” Inti pelajaran yang diberikan oleh nabi Isa AS. itu ialah, bila mata dapat dikendalikan hanya untuk melihat kejadian dari segi-segi positifnya saja, maka niscaya hati tidak akan memunculkan kesan negatif.

Kita dapat menggunakan “ilmu” nabi Isa tersebut untuk meredam rasa iri hati yang kadang-kadang muncul secara spontan ketika mendenagr ada teman kita yang lebih sukses atau lebih kaya dari kita. Caranya yaitu dengan tidak memandang pada pangkat atau harta yang dimilikinya, tetapi dengan mengingat pada kenyataan, bahwa soal rezeki itu memang dibuat Allah berbeda-beda. Hal ini dilakukan-Nya semata-mata untuk menguji manusia.

….. Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. (Al-An’am: 155)

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (An-Nisaa’: 32)

Nabi Muhammad SAW pun tampaknya sangat menyadari betapa beratnya beban orang yang dititipi harta yang banyak. Hal ini tampak pada perilaku hidupnya yang terkenal sederhana. Pada salah satu haditsnya diriwayatkan:

Rasulullah SAW bersabda : “Tuhanku telah menawarkan kepadaku untuk menjadikan lapangan di kota Mekah menjadi emas. Aku berkata, “Jangan Engkau jadikan emas wahai Tuhan! Tetapi cukuplah bagiku merasa kenyang sehari, lapar sehari. Apabila aku lapar, maka aku dapat menghadap dan mengingat-Mu, dan ketika aku kenyang aku dapat bersyukur memuji-Mu.” (HR. Ahmad & Tarmidzi)

Sesungguhnya Allah telah melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan amalmu. (HR. Muslim)


Copyright from :

Saturday, 12 December 2009

6 TIPS MENGATASI SIFAT PEMALU

6 TIPS MENGATASI SIFAT पेमालू




1. Pikirkan tentang cara Anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal, dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.

2. Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.

3. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari ya/tidak.

4. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.

5. Berhentilah memikirkan ’segalanya atau bukan apa-apa.’ Pemikiran ‘pasti begini/pasti begitu’ tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah ‘Anda salah’ dan ‘mereka benar,’ orang yang marah akan melihat dirinya ‘gagal’, sedang yang lain ‘berhasil.’ Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.

6. Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru dalam pergaulan sosial

Sunday, 25 October 2009

RamaLaN BiNTaNg

Ramalan Bintang

[ Minggu, 18 Oktober 2009 ]
Ramalan Bintang 18 Oktober
Oleh: Nur Agustinus

CAPRICORN (22 Desember-19 Januari)

Apa yang ingin dicapai nampaknya masih jauh dari harapan. Jangan biarkan Anda dalam situasi yang rumit. Hargailah keputusan bersama. Keuangan banyak pengeluaran untuk kepentingan rumah. . Kesehatan waspadai jika ada sakit di bagian pinggang. Asmara jaga komunikasi. Hari baik Selasa. Angka bahagia 2-7.

AQUARIUS (20 Januari-18 Februari)

Dorongan semangat memberi pengaruh besar pada Anda. Anda mulai terpikir untuk membuat suatu prestasi besar. Keuangan jangan dulu memberi pinjaman buat orang lain. Kesehatan kurang stabil, jaga makanan Anda. Asmara cobalah untuk tetap berbagi kasih dan rasa. Hari baik Jumat. Angka bahagia 7-3.

PISCES (19 Februari-20 Maret)

Sikap seseorang yang gampang berubah tak usah terlalu dipikirkan. Namanya juga manusia. Jaga hubungan baik saja dan jangan buat persoalan yang tidak perlu. Keuangan boleh dibilang lancar. Kesehatan jangan sampai terlambat makan. Asmara jangan bersikap pura-pura tak peduli. Hari baik Kamis. Angka bahagia 2-5.

ARIES (21Maret-19 April)

Semangat kerja sedang menggebu-gebu saat ini. Harus Anda manfaatkan sebaik mungkin sebelum melesu kembali. Tapi, jangan dulu melakukan transaksi dalam jumlah besar. Keuangan kurang stabil. Kesehatan ada gejala mau sakit. Asmara kalau bimbang, si dia bisa ragu-ragu. Hari baik Sabtu. Angka bahagia 7-0.

TAURUS (20 April-20 Mei)

Kali ini orangtua menaruh banyak harapan pada Anda. Saran seorang teman perlu Anda simak dengan cermat. Jangan terlalu murung jika apa yang Anda harapkan ternyata tidak terjadi. Keuangan jangan boros. Kesehatan kurang baik. Asmara segera nyatakan isi hati Anda. Hari baik Jum'at. Angka bahagia 4-8.

GEMINI (21 Mei-21 Juni)

Prestasi kerja Anda mendatangkan kekaguman banyak orang. Tunggu beberapa saat lagi maka Anda akan menikmati hasilnya. Jangan lupakan ibadah dan berderma. Keuangan masih cukup baik. Kesehatan butuh penambah energi. Asmara ada gangguan dari pihak ketiga. Hari baik Minggu. Angka bahagia 3-6.

CANCER (22 Juni-22 Juli)

Kabar dari teman lama datang juga. Rencana kerja sama yang diharapkan akhirnya terwujud. Jika ada persoalan, sebaiknya bicarakan dengan keluarga. Keuangan kurang baik, jangan boros. Kesehatan hati-hati gangguan pencernaan. Asmara jangan tergoda penampilan luar. Hari baik Selasa. Angka bahagia 5-4.

LEO (23 Juli-22 Agustus)

Perlu strategi khusus agar atasan yakin pada keputusan Anda. Meminta pendapat orang lain tak ada salahnya. Yang penting, jangan mudah terpancing emosi dan waspadai jika ada fitnah. Keuangan santai saja kalau menagih utang. Kesehatan baik. Asmara makin menyenangkan. Hari baik Kamis. Angka bahagia 1-6.

VIRGO (23 Agustus-22 September)

Bisa ada masalah keluarga. Persoalan saudara yang lebih tua, biarkan ia sendiri yang menyelesaikannya. Usaha berjalan baik dan rezeki juga lancar. Keuangan jangan lebih besar pasak daripada tiang. Kesehatan kondisi cuaca kurang menguntungkan. Asmara bakal ada kejutan. Hari baik Rabu. Angka bahagia 9-4.

LIBRA (23 September-23 Oktober)

Hubungan antar teman jangan dihitung untung rugi. Selain itu, jangan menilai orang dari penampilan luarnya saja. Bisa menipu Anda. Keuangan sebaiknya hati-hati, sejauh ini baik tapi bisa tidak menentu di akhir minggu. Kesehatan tak ada masalah. Asmara jangan emosional. Hari baik Rabu. Angka bahagia 7-5.

SCORPIO (24 Oktober-21November)

Kalau ada masalah dengan rekan kerja, sebaiknya jangan berlarut-larut. Selesaikan dengan baik-baik supaya tidak membawa akibat buruk bagi Anda. Kondisi keuangan kurang baik, sebaiknya atur pengeluaran. Kesehatan jangan sampai stress. Asmara jangan malu-malu kucing. Hari baik Senin, Angka bahagia 9-5.

SAGITARIUS (22 November- 21 Desember)

Jangan sedikit-sedikit mudah emosi. Kalau menghadapi rintangan, hadapi dengan kepala dingin. Jika suasana tegang imbangi dengan sikap yang santai. Ada hari-hari bahagia dalam waktu dekat. Kesehatan jaga stamina saja. Keuangan makin baik saja. Asmara tetap mantap. Hari baik Kamis. Angka bahagia 9-6.

Tuesday, 15 September 2009

Tahukah Anda bahwa berpuasa ternyata mampu :

Tahukah Anda bahwa berpuasa ternyata mampu :

  1. Menurunkan berat tubuh
  2. Mencegah terjadinya penyakit stroke
  3. Menurunkan tekanan darah
  4. Membentuk sel-sel baru
  5. Mengurangi resiko diabetes
Nah, Mari kita bahas satu per satu :

1. Menurunkan berat tubuh
Bekurangnya asupa energi pada orang berpuasa, membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan didalamnya, yaitu simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi. Tak heran bila 29-30 hari berpuasa, tubuh akan berubah bentuknya dan berkurang bobotnya hingga sekitar 4 kg...

2. Mencegah terjadinya penyakit stroke
Puasa juga dapat mengurangi resiko stroke karena dapat memperbaiki kadar kolesterol darah. Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa puasa dapat meningkatkan HDL ( High Density Lipoprotein) dan menurunkan lemak Trigliserol (pembentuk kolesterol LDL-Low Density Lipoprotein- yang dapat merusak kesehatan)

3. Menurunkan tekanan darah
Pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi ringan sampai sedang dengan kelebihan berat badan, puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun konsultasi dengan dokter ahli tetap harus dilakukan untuk menyesuaikan pemberian obat.

4. Membentuk sel-sel baru
Puasa juga berfungsi untuk menghilangkan sel-sel rusak dalam tubuh. Rasa lapar pada orang yang sedang berpuasa mebuatnya menggerakan organ-organ internal dalam tubuh dan "memakan" sel-sel yang rusak utnuk menutupi rasa lapar. Nah, pada saat itu badan/tubuh akan menggantikannya dengan sel-sel baru, sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas.

5. Mengurangi resiko diabetes
Bagi orang sehat, berpuasa juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Dengan pengontrolan gula darah yang baik, akan mencegah penyakit diabetes tipe 2, yang disebabkan oleh hormon insulin tidak sensitif lagi mengontrol gula darah.

Tentunya, dengan kita berpuasa...
Kita dapat menjadi lebih sabar dalam mengarungi hidup ini...

Selamat menikmati Puasa Ramadhan saudaraku...

Monday, 17 August 2009

Sebuah kisah

Perkawinan Abdullah dengan Aminah - Abdullah wafat - Muhammad lahir disusukan oleh Keluarga Sa'd - Kisah dua malaikat - Lima tahun selama tinggal di pedalaman - Aminah wafat - Di bawah asuhan Abd'l-Muttalib - Abd'l-Muttalib wafat - Di bawah asuhan Abu Talib - Pergi ke Suria dalam usia dua belas tahun- Perang Fijar - Menggembala kambing - Ke Suria membawa dagangan Khadijah - Perkawinannya dengan Khadijah USIA Abd'l-Muttalib sudah hampir mencapai tujuhpuluh tahun atau lebih tatkala Abraha mencoba menyerang Mekah dan menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu umur Abdullah anaknya sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan. Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra, - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya. Sebagian penulis sejarah berpendapat, bahwa ia pergi menemui Uhyab, paman Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah meninggal dan dia di bawah asuhan pamannya. Pada hari perkawinan Abdullah dengan Aminah itu, Abd'l-Muttalib juga kawin dengan Hala, puteri pamannya. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan yang seusia dengan dia. Abdullah dengan Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan Arab bila perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abd'l-Muttalib. Tak seberapa lama kemudian Abdullahpun pergi dalam suatu usaha perdagangan ke Suria dengan meninggalkan isteri yang dalam keadaan hamil. Tentang ini masih terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda: adakah Abdullah kawin lagi selain dengan Aminah; adakah wanita lain yang datang menawarkan diri kepadanya? Rasanya tak ada gunanya menyelidiki keterangan-keterangan semacam ini. Yang pasti ialah Abdullah adalah seorang pemuda yang tegap dan tampan. Bukan hal yang luar biasa jika ada wanita lain yang ingin menjadi isterinya selain Aminah. Tetapi setelah perkawinannya dengan Aminah itu hilanglah harapan yang lain walaupun untuk sementara. Siapa tahu, barangkali mereka masih menunggu ia pulang dari perjalanannya ke Syam untuk menjadi isterinya di samping Aminah. Dalam perjalanannya itu Abdullah tinggal selama beberapa bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali lagi. Kemudian ia singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan. Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita sakit di tempat saudara-saudara ibunya itu. Kawan-kawannyapun pulang lebih dulu meninggalkan dia. Dan merekalah yang menyampaikan berita sakitnya itu kepada ayahnya setelah mereka sampai di Mekah.
Begitu berita sampai kepada Abd'l-Muttalib ia mengutus Harith - anaknya yang sulung - ke Medinah, supaya membawa kembali bila ia sudah sembuh. Tetapi sesampainya di Medinah ia mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula, sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Mekah. Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abd'l-Muttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya. Demikian juga Abd'l-Muttalib sangat sayang kepadanya sehingga penebusannya terhadap Sang Berhala yang demikian rupa belum pernah terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum itu. Peninggalan Abdullah sesudah wafat terdiri dari lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh Nabi. Boleh jadi peninggalan serupa itu bukan berarti suatu tanda kekayaan; tapi tidak juga merupakan suatu kemiskinan. Di samping itu umur Abdullah yang masih dalam usia muda belia, sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada itu ia memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih hidup itu.
Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti wanita lain iapun melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd'l Muttalib di Ka'bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian dikembalikannya bayi itu kepada ibunya. Kini mereka sedang menantikan orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa'd (Banu Sa'd), untuk kemudian menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab di Mekah. Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu limabelas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuhpuluh tahun. Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya. Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada yang berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab, sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan. Kelainan pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan. Satu pendapat mengatakan pada malam kedua Rabiul Awal, atau malam kedelapan, atau kesembilan. Tetapi pada umumnya mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain. Selanjutnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian juga mengenai tempat kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd'l-Muttalib. Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd'l-Muttalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. "Kuinginkan dia akan menjadi orang yang Terpuji,1 bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi," jawab Abd'l Muttalib.
Aminah masih menunggu akan menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang Keluarga Sa'd yang akan menyusukan anaknya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab di Mekah. Adat demikian ini masih berlaku pada bangsawan-bangsawan Mekah. Pada hari kedelapan sesudah dilahirkan anak itupun dikirimkan ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh tahun. Di kalangan kabilah-kabilah pedalaman yang terkenal dalam menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa'd. Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian disusukannya. Jadi mereka adalah saudara susuan. Sekalipun Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, namun ia tetap memelihara hubungan yang baik sekali selama hidupnya. Setelah wanita itu meninggal pada tahun ketujuh sesudah ia hijrah ke Medinah, untuk meneruskan hubungan baik itu ia menanyakan tentang anaknya yang juga menjadi saudara susuan. Tetapi kemudian ia mengetahui bahwa anak itu juga sudah meninggal sebelum ibunya. Akhirnya datang juga wanita-wanita Keluarga Sa'd yang akan menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak yatim. Sebenarnya mereka masih mengharapkan sesuatu jasa dari sang ayah. Sedang dari anak-anak yatim sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu tak ada yang mau mendatangi Muhammad. Mereka akan mendapat hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang dapat mereka harapkan. Akan tetapi Halimah bint Abi-Dhua'ib yang pada mulanya menolak Muhammad, seperti yang lain-lain juga, ternyata tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya. Di samping itu karena dia memang seorang wanita yang kurang mampu, ibu-ibu lainpun tidak menghiraukannya. Setelah sepakat mereka akan meninggalkan Mekah. Halimah berkata kepada Harith bin Abd'l-'Uzza suaminya: "Tidak senang aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim itu dan akan kubawa juga." "Baiklah," jawab suaminya. "Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita." Halimah kemudian mengambil Muhammad dan dibawanya pergi bersama-sama dengan teman-temannya ke pedalaman. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya. Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya. Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah. Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.
Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni, bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya sesama anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa'd itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada ibu-bapanya: "Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil di balik-balikan."
Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan, bahwa mengenai diri dan suaminya ia berkata: "Lalu saya pergi dengan ayahnyake tempat itu. Kami jumpai dia sedang berdiri. Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan: "Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu aku apa yang mereka cari."
Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah itu, dibawanya anak itu kembali kepada ibunya di Mekah. Atas peristiwa ini Ibn Ishaq membawa sebuah Hadis Nabi sesudah kenabiannya. Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq nampaknya hati-hati sekali dan mengatakan bahwa sebab dikembalikannya kepada ibunya bukan karena cerita adanya dua malaikat itu, melainkan - seperti cerita Halimah kepada Aminah - ketika ia di bawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada beberapa orang Nasrani Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu. Dilihatnya belakang anak itu, lalu mereka berkata:
"Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di negeri kami. Anak ini akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaannya." Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka dengan membawa anak itu. Demikian juga cerita yang dibawa oleh Tabari, tapi ini masih di ragukan; sebab dia menyebutkan Muhammad dalam usianya itu, lalu kembali menyebutkan bahwa hal itu terjadi tidak lama sebelum kenabiannya dan usianya empatpuluh tahun.