Shalat
Asal makna salat menurut bahasa Arab ialah "Doa", tetapi yang dimaksud disini ialah "Ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat yang ditentukan". Itu sesuai dengan firman ALLAH SWT pada QS. AL-Ankabut: 45.
Shalat fardhu (Shalat lima waktu)
Shalat yang diwajibkan bagi tiap-tiap orang yang dewasa dan berakal ialah lima kali sehari semalam. Mula-mula turunya perintah wajib shalat itu ialah pada malam Isra', setahun sebelum Hijriah. Hal itu akan dijelaskan satu per satu berikut ini.
Waktu shalat fardu :
Firman ALLAH SWT pada QS. An-Nisa: 103 sebagai dasar hukum waktu sholat.
"Shalat yang fardhu atau wajib dilaksanakan oleh tiap-tiap mukallof (orang yang telah baligh lagi berakal sehat) ialah lima kali sehari semalam.
Diantaranya :
1. Shalat Dhuhur. Awal waktunya adalah setelah tergelincir matahari dari pertengahan langit. Akhir waktunya apabila bayang-bayang sesuatu telah sama dengan panjangnya, selain dari bayang-bayang ketika matahari menonggak (tepat di atas ubun-ubun).
2. Shalat Ashar. Waktunya mulai dari habisnya waktu dhuhur;bayang-bayang sesuatu lebih daripada panjangnya selain dari bayang-bayang ketika matahari sedang menonggak, sampai terbenam matahari.
3. Shalat Maghrib. Waktunya dari terbenam matahari sampai terbenam syafaq/teja merah ( cahaya matahari yang terpancar di tepi langit sesudah terbenamnya. Ada dua rupa, mula-mula merah sesudah hilang yang merah ini datang cahaya putih;kedua cahaya dinamakan "syafaq".
4. Shalat Isya'. Waktunya mulai dari terbenam syafaq merah (sehabis waktu maghrib) sampai terbit fajar kedua (Cahaya matahari sewaktu akan terbit, bertebaran melintangdi tepi langit sebelah timur.
5. Shalat Shubuh. Waktunya mulai dari terbit fajar kedua sampai terbit matahari.
Saturday, 11 April 2009
Kitab Sholat
Posted by Brian Purli Abrianto at 20:32 0 comments
Labels: Religy
Wednesday, 4 February 2009
Daftar Kampus di Indonesia
Daftar Kampus di Indonesia
By kumpulan dari beberapa sumber
1. UNIVERSITAS
1. Universitas Airlangga - UNAIR
2. Universitas Andalas - UNAND
3. Universitas Bengkulu - UNIB
4. Universitas Brawijaya - UNIBRAW
5. Universitas Cenderawasih - UNCEN
6. Universitas Diponegoro - UNDIP
7. Universitas Gadjah Mada - UGM
8. Universitas Haluoleo - UNHALU
9. Universitas Hasanuddin - UNHAS
10. Universitas Indonesia - UI
11. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin
12. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang
13. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim
14. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
15. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga
16. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
17. Universitas Jambi - UNJA
18. Universitas Jenderal Soedirman - UNSOED
19. Universitas Khairun Ternate
20. Universitas Lambung Mangkurat - UNLAM
21. Universitas Lampung - UNILA
22. Universitas Malikussaleh
23. Universitas Mataram
24. Universitas Mulawarman - UNMUL
25. Universitas Negeri Gorontalo - UNG
26. Universitas Negeri Jakarta - UNJ
27. Universitas Negeri Jember - UNEJ
28. Universitas Negeri Makassar - UNM
29. Universitas Negeri Malang - UNM
30. Universitas Negeri Manado - UNIMA
31. Universitas Negeri Medan - UNIMED
32. Universitas Negeri Padang - UNP
33. Universitas Negeri Papua - UNIPA
34. Universitas Negeri Sebelas Maret - UNS
35. Universitas Negeri Semarang - UNNES
36. Universitas Negeri Surabaya - UNESA
37. Universitas Negeri Yogyakarta - UNY
38. Universitas Nusa Cendana - UNDANA
39. Universitas Padjadjaran - UNPAD
40. Universitas Palangkaraya - UPR
41. Universitas Pattimura
42. Universitas Pendidikan Ganesha
43. Universitas Pendidikan Indonesia - UPI
44. Universitas Riau - UNRI
45. Universitas Sam Ratulangi - UNSRAT
46. Universitas Sriwijaya - UNSRI
47. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa - UNTIRTA
48. Universitas Sumatera Utara - USU
49. Universitas Syiah Kuala - UNSYIAH
50. Universitas Tadulako - UNTAD
51. Universitas Tanjungpura - UNTAN
52. Universitas Terbuka - UT
53. Universitas Trunojoyo Madura
54. Universitas Udayana - UNUD
55. Universitas Muhammadiyah -
2. INSTITUT
1. IPB - Institut Pertanian Bogor
2. ITB - Institut Teknologi Bandung
3. ITS - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
4. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari
5. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry
6. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol
7. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram
8. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah
9. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan
10. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai
11. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel
12. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo
13. IAIN Sultan Maulana Hasanuddin
14. IAIN Sultan Thaha Saifuddin
15. IAIN Sumatera Utara
16. Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar
17. Institut Ilmu Pemerintahan - IIP
18. Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar
19. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
3. SEKOLAH TINGGI
1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara - STAN
2. Sekolah Tinggi Hukum Militer - STHM
3. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - Bandung
4. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - LAN Jakarta
5. Sekolah Tinggi Ilmu Adm. - Ujung Pandang
6. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian PTIK
7. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran - STIP
8. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik - STIS
9. Sekolah Tinggi Manajemen Industri - STMI
10. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia - STPI
11. Sekolah Tinggi Perikanan - STP
12. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional - STPN
13. Sekolah Tinggi Sandi Negara - STSN
14. Sekolah Tinggi Seni Indonesia - STSI - Bandung
15. Sekolah Tinggi Seni Indonesia - Padang Panjang
16. Sekolah Tinggi Seni Indonesia - STSI - Surakarta
17. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - STTN
18. Sekolah Tinggi Transportasi Darat - STTD
19. ST. Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Puja
20. ST. Agama Hindu Negeri Tampung Peyang
21. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Denpasar
22. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Jayapura
23. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Palangkaraya
24. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja
25. ST. Agama Kristen Protestan Negeri Ambon
26. ST. Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung
27. ST. Kesejahteraan Sosial - STKS - Bandung
28. ST. Pemerintahan Dalam Negeri - STPDN
29. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Bogor
30. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Gowa
31. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Magelang
32. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Magelang - DIY
33. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Malang
34. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Manokwari
35. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Medan
36. STAIN Al-Fatah
37. STAIN Ambon
38. STAIN Batusangkar
39. STAIN Bengkulu
40. STAIN Cirebon
41. STAIN Curup
42. STAIN Datokarama
43. STAIN Jember
44. STAIN Jurai Siwo
45. STAIN Kediri
46. STAIN Kerinci Sungai Penuh
47. STAIN Kudus
48. STAIN Malikusshaleh
49. STAIN Manado
50. STAIN Padang Sidempuan
51. STAIN Palangkaraya
52. STAIN Palopo
53. STAIN Pamekasan
54. STAIN Pare Pare
55. STAIN Pekalongan
56. STAIN Ponorogo
57. STAIN Pontianak
58. STAIN Prof.Dr.H.Mahmud Yunus
59. STAIN Purwokerto
60. STAIN Salatiga
61. STAIN Samarinda
62. STAIN Sjech M. Djambek
63. STAIN Sultan Qaimuddin
64. STAIN Surakarta
65. STAIN Syekh Abdurrahman Siddik
66. STAIN Ternate
67. STAIN Tulungagung
68. STAIN Watampone
4. POLITEKNIK
1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
2. Politeknik Ilmu Pelayaran Makasar
3. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
4. Politeknik Kesehatan Banda Aceh
5. Politeknik Kesehatan Bandung
6. Politeknik Kesehatan Banjarmasin
7. Politeknik Kesehatan Denpasar
8. Politeknik Kesehatan Jakarta I
9. Politeknik Kesehatan Jakarta II
10. Politeknik Kesehatan Jambi
11. Politeknik Kesehatan Lampung
12. Politeknik Kesehatan Makassar
13. Politeknik Kesehatan Malang
14. Politeknik Kesehatan Manado
15. Politeknik Kesehatan Medan
16. Politeknik Kesehatan Padang
17. Politeknik Kesehatan Palembang
18. Politeknik Kesehatan Semarang
19. Politeknik Kesehatan Surabaya
20. Politeknik Kesehatan Surakarta
21. Politeknik Kesehatan Yogyakarta
22. Politeknik Manufaktur Bandung
23. Politeknik Negeri Ambon
24. Politeknik Negeri Bali
25. Politeknik Negeri Bandung
26. Politeknik Negeri Banjarmasin
27. Politeknik Negeri Jakarta
28. Politeknik Negeri Jember
29. Politeknik Negeri Kupang
30. Politeknik Negeri Lampung
31. Politeknik Negeri Lhokseumawe
32. Politeknik Negeri Makasar
33. Politeknik Negeri Malang
34. Politeknik Negeri Manado
35. Politeknik Negeri Medan
36. Politeknik Negeri Padang
37. Politeknik Negeri Pontianak
38. Politeknik Negeri Samarinda
39. Politeknik Negeri Semarang
40. Politeknik Negeri Sriwijaya
41. Politeknik Perikanan Negeri Tual
42. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
43. Politeknik Pertanian Negeri Jember
44. Politeknik Pertanian Negeri Kupang
45. Politeknik Pertanian Negeri Lampung
46. Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
47. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
48. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
5. AKADEMI
1. Akademi Kimia Analis - AKA
2. Akademi Meteorologi dan Geofisika - AMG
3. Akademi Imigrasi - AIM
4. Akademi Ilmu Pemasyarakatan - AKIP
5. Akademi Angkatan Udara - AAU - (AKABRI)
6. Akademi Militer TNI AD - AKMIL - (AKABRI)
7. Akademi Angkatan Laut - AAL - (AKABRI)
8. Akademi Kepolisian - AKPOL - (AKABRI)
9. Akademi Minyak dan Gas Bumi - AMGB - Cepu
10. Akademi Pimpinan Perusahaan - APP
11. Akademi Teknologi Kulit - ATK
12. A.Teknik Keselamatan Penerbangan Makasar
13. A. Tek. Kes. Penerbangan - ATKP - Medan
14. ATKP - Surabaya
15. A. Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan - ASKK
Posted by Brian Purli Abrianto at 17:48 1 comments
Labels: UniversiTy
Tuesday, 13 January 2009
How to make Tea?
Brewing the tea
Here we go! It's time to make the tea. First make sure you have everything ready. Let's double-check what you need:
Tea
Water
Tea Kettle
Teapot
Infuser (from the teapot, or some other straining device)
Teacup
Once you're sure you have everything ready, just follow these steps:
Start Heating Water: Put some water in your tea kettle and turn it on. How much water? Well how much tea are you making? Put in that much water, plus a little extra. The tea will soak up and hang onto some of the water, so you need a little extra. While the water heats, go on to step 2.
Preheat Teapot: Run your tap water until it's good and hot. Then fill the teapot. Fill the teacup while you're at it. Set them both aside. The idea here is that you're pre-heating them. If they're cold when you add the boiling water, then some of the water's heat will be used to heat up the teapot, making the water colder than desired. This is especially important with an iron teapot. Iron conducts heat easily. If it's cold, it will quickly suck heat from the water. Some folks swirl some of the boiling water from the kettle in the teapot and then discard it immediately before adding the tea. I don't like this method. The water in the tea kettle either cools during this period, or keeps boiling. Nether is desired.
Wait For The Boil: Be patient. It shouldn't be long now. Shortly before the water comes to a boil, follow these steps in a brisk manner:
Pour the water out of the teapot. Give it a quick blotting with a paper towel, if you like. (I do.)
Add tea to the teapot. Approximately 1 heaping teaspoon per 8 ounces of water. (That's why it's called a teaspoon.) Use a real measuring teaspoon. For stronger tea, add some extra. Experiment to find what you like.
Add the water to the teapot. If you're making black or herbal tea, let the water come to a real boil. For green teas, try to catch it a little before boiling. (You'll know the water is about to boil because the noise from the kettle will get both quieter and deeper shortly before the boil.) Or turn the kettle off when the water boils and let it cool a bit. Whatever you do, don't let the water keep boiling for any length of time.
Steep for the appropriate amount of time: For green tea, steep for 2-3 minutes. I stop at 2 minutes. For black teas, 3-5 minutes. I stop at 3. For herbal teas, 5 minutes or more. Longer steeping times make for stronger tea. But they also make for bitter tea. (Except for herbal teas, which aren't real teas.) If you want stronger tea, increase the amount of tea you use. Don't steep longer.
Ready The Teacup: After the steeping time is up, discard the hot water from the teacup. Actually, you can pour this water over the infuser to quickly heat up the infuser, too.
Pour The Tea: Pour the tea, through the infuser, into the teacup. Put the infuser into the teapot, so it doesn't make a mess.
Drink: Drink the tea, duh.
Clean Up: Clean up after yourself. Used tea leaves can be composted, or just run down the disposal. Rinse everything off and put it away. (Well, don't rinse off your tea. Geez, c'mon people, think!) Or, better yet, make more tea.
Posted by Brian Purli Abrianto at 12:33 0 comments
Sunday, 30 November 2008
Dia atau Dia (^_^)
(^_^) Dia atau Dia (^_^)
Cerita yang diawali dengan bertemunya seorang pujangga, dengan seorang yang dikaguminya. Suatu saat dimana dalam hati seseorang pujangga, terlintas suatu pemikiran. Bahwasanya si pujangga tersebut ingin sekali bertemu dengan orang yang selalu dipuji – pujinya. Si pujangga tidak dapat mengungkapkan perasaannya tersebut kepada seseorang yang dipuji – pujinya. Sampai suatu ketika ketika di pagi hari yang cerah, si pujangga pergi ke sesuatu tempat. Disana ternyata tanpa diduga – duga, dia bertemu dengan seseorang yang dicintainya tersebut. Dialah si Dia, si pujangga tidak dapat berkata, berbuat maupun bertindak sebagaimana seorang pujangga. Rasa hati semua tercampur aduk dalam benak hatinya, dengan rasa hati yang tidak stabil itu. Si pujangga tersebut menghampiri Si Dia, dan berkata kepada si Dia. “Assalamu’ alaikum !”sapanya saat berada di depan si dia.
Sambil tersenyum, si dia menjawab, “Wa’alaikumsalam. Maaf, Ada keperluan apa ya?”. Si Pujangga berkata “Maaf mengganggu, saya cuma mau bilang “I just wanna I love you”.
Mv cerpen ini masih dalam tahap pembuatan. So, ceritanya sedikit tidak nyambung. Maaf ya para readers sekalian.
Brian Purli abrianto
Posted by Brian Purli Abrianto at 18:37 1 comments
Monday, 20 October 2008
Reproduksi Bakteri
Reproduksi Bakteri
Reproduksi Bakteri ialah perkembang-biakan bakteri. Bakteri mengadakan pembiakan dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan, sedangkan pembiakan seksual dilakukan dengan cara transformasi, transduksi , dan konjugasi. Namun, proses pembiakan cara seksual berbeda dengan eukariota lainnya. Sebab, dalam proses pembiakan tersebut tidak ada penyatuan inti sel sebagaimana biasanya pada eukarion, yang terjadi hanya berupa pertukaran materi genetika ( rekombinasi genetik ). Berikut ini beberapa cara pembiakan bakteri.
Vegatatif/Aseksual
Pembelahan Biner
Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut.
1)Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus.
2)Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang.
3)Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik. Ada bakteri yang segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula bakteri yang tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk koloni.
Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20 menit sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan delapan anakan sel.
Para Seksual
1)Transformasi
Merupakan pemindahan sebagian materi genetika dari satu bakteri ke bakteri lain. Pada proses transformasi tersebut ADN bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tetapi tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya terjadi pada beberapa spesies saja, . Contohnya : Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diguga transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi
Proses ini pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982.
2)Transduksi
Merupakan pemindahan sebagian materi genetik dari sel bakteri satu ke bakteri lain dengan perantaraan virus. Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri). Bila virus – virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle). Proses inilah yang dinamakan Transduksi. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada tahun 1952.
3)Konjugasi
Merupakan pemindahan sebagian materi genetika dari satu bakteri ke bakteri lain melalui suatu kontak langsung. Artinya, terjadi transfer ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan ( transfer faktor = faktor F )
Posted by Brian Purli Abrianto at 18:23 1 comments

